Hampir 2 tahun anakku bisa lepas dari yang namanya paracetamol kalau lagi demam. Padahal sebelumnya, aku tipe yang panik banget tiap anak sakit, bawaannya kalau dia demam pengen cepet dikasih obat biar sembuh dan turun demamnya.
Tapiii, setelah tau ilmunya, setelah tau mekanisme demam itu kayak gimana, dan bahkan aku baru tau bahwa demam itu BERMANFAAT, aku sebagai ibu jadi lebih pede “nemenin” anak demam tanpa obat.
Bagaimana Mekanisme Demam?
Jadi, demam itu sebenarnya cara tubuh kita melawan infeksi, lho! Saat anak terpapar virus atau bakteri, tubuhnya otomatis akan menaikkan suhu untuk membunuh patogen tersebut. Suhu tubuh yang lebih tinggi juga membantu memperbanyak sel-sel imun yang bisa melawan penyakit. Walaupun demam bikin anak nggak nyaman, itu tanda kalau tubuh lagi bekerja keras.
Apa Manfaat demam?
Demam bukan hanya gejala, tapi juga proses penyembuhan yang penting. Suhu tubuh yang lebih tinggi bikin virus dan bakteri kesulitan berkembang, jadi tubuh bisa melawan infeksi dengan lebih efektif. Selain itu, demam juga membantu meningkatkan aktivitas sel darah putih yang melawan penyakit. Jadi, meski demam itu bikin khawatir, dia justru mempercepat pemulihan!
Kenapa Sebaiknya Gausah Pakai Paracetamol?
Sering kali kita buru-buru kasih paracetamol buat nurunin demam anak, padahal itu cuma reda gejalanya saja tanpa menyelesaikan masalahnya. Demam itu bagian dari mekanisme tubuh untuk melawan infeksi, jadi jangan buru-buru turunin suhu tubuh. Selama demam nggak terlalu tinggi, biarkan tubuh bekerja dengan cara alami, karena itu justru membantu anak sembuh lebih cepat.
Jadi bagaimana menghadapi demam tanpa obat supaya anak bisa sembuh? Aku akan spill penanganan anak demam di rumah tanpa obat, dengan catatan: pastikan anak tidak memiliki riwayat kejang demam atau suhu demam tidak mencapai > 40oC
1. Fokus Hidrasi, Hidrasi, dan Hidrasi
Kalau anak sedang demam, yang artinya sedang infeksi, jangan mikirin BB anak dulu! Anak sakit kemungkinan besar pasti akan turun BB-nya, tapi ini bukan waktunya kasih makan banyak apalagi yang BB booster, anak pasti merasa mual.
Tapi ini waktunya untul sembuh dari infeksi dulu. Maka yang terpenting saat masa demam ini adalah cairan yang cukup. Jadi, yang harus dilakukan adalah kasih minum minum dan minum~
Aku rekomendasikan tidak hanya air putih saja yang bisa dikonsumsi, tapi juga cairan lain yg bernutrisi seperti:
- Air kelapa ijo
- Air jeruk peras
- Air madu (untuk anak > 1 tahun)
- Bone broth
Biarkan anak meminumnya sesuai keinginannya dan tawarkan terus secara rutin.
Kenapa Hidrasi itu Penting?
Sadar gak, kenapa kalau orang sakit di rumah sakit tentu langsung diinfus? Salah satu manfat infus adalah mempertahankan cairan tubuh dikala terkena infeksi penyakit, sehingga pasien tidak dehidrasi yang menyebabkan memburuknya gejala penyakit. Jadi ketika mendapati anak sakit di rumah, apapun sakitnya, langsung fokuslah untuk jaga cairan tubuh.
2. Tingkatkan Imunitas dengan Vitamin
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa demam itu hadir karena tubuh sedang berperang melawan infeksi, baik itu virus maupun bakteri. Dengan vitamin, kita membantu tubuh agar “tentara-tentara” imun semakin banyak sehingga bakteri dan virus yang sedang dilawan bisa segera kalah.
Vitamin yang paling sering dibutuhkan di kala demam adalah
- Vitamin C
- Vitamin D
- Omega 3/fish oil
Anak bisa mendapatkannya dari makanan bergizi seperti telur, bone broth, protein hewani lainnya, ataupun dari suplemen. Jadi, Ibu dan Ayah bisa pantau asupan 3 vitamin ini saat demam ya!
3. Konsumsi Superfood: Karbohidrat Sederhana, Probiotik dan Kaldu Ayam/Sapi
Kenapa harus karbohidrat sederhana? Ibu dan Ayah, ketika tubuh anak melawan infeksi, ia membutuhkan energi, dan energi itu didapat dari makanan. Akan tetapi, seringkali anak yang sakit tidak nafsu makan/tidak mau makan, maka yang terpenting adalah berusaha memasukkan “gula sederhana”, agar bisa menjadi energi untuk melawan penyakit. Biasanya, aku memberikan pisang dan bubur kaldu ayam polos sebagai andalan saat anak sakit.
Selain itu, tahukah Ibu dan Ayah, bahwa komposisi tubuh kita terkandung milyaran jenis mikroba (bakteri, virus, jamur) yang berperan menunjang kesehatan tubuh kita?
Di dalam ilmu nutrisi dan kesehatan pencernaan (gut health), definisi orang sehat adalah ketika jumlah mikroba yang baik di dalam tubuh, lebih banyak dibandingkan jumlah mikroba yang patogen (menimbulkan penyakit). Sebaliknya, definisi orang sakit adalah ketidakseimbangan mikrobioma yang ada di dalam tubuh, ketika mikroba patogen jumlahnya lebih banyak.
Jadi apa yang harus dilakukan? Minum probiotik! Probiotik itu berisi mikroba-mikroba baik yang bermanfaat untuk tubuh, sehingga ketika kita sakit dan minum probiotik, komposisi mikroba baik akan bertambah, dan akan membantu menurunkan infeksi.
Superfood lainnya yang direkomendasikan saat demam adalah bone broth, cairan seperti kaldu sapi atau ayam namun lebih banyaaak kandungan mineral dan vitaminnya. Coba googling deh cara bikin bone both, it’s really supercool superfood!
4. Kompres Hangat
Kalau Ibu dan Ayah mau mencari penenang anak saat demam, kompres hangat adalah solusinya. Ambil handuk kecil dan basahi dengan air hangat menuju panas, kompres di bagian lipatan-lipatan tubuh anak. Hal ini akan membuat badan anak lebih rileks dan lebih nyaman saat demam.
5. Pakai Baju yang Tipis dan Jangan Terlalu Tebal
Ketika anak demam, sebaiknya gunakan pakaian berbahan dasar katun yang adem, nyaman, dan tidak terlalu tebal. Hal ini juga salah satu upaya penurunan demam secara alami dan anak bisa merasa lebih nyaman.
6. Pastikan Anak BAK dan BAB dengan Rutin, Kalau Bisa Pantau Pengeluaran Buang Angin dan Keringat Juga
Pentingnya proses detoksifikasi berupa BAK, BAB, keringat bahkan buang angin adalah pengeluaran racun, virus, bakteri yang membahayakan bagi tubuh. Coba deh perhatikan ketika anak kita sakit, suka tiba-tiba “sembuh” setelah BAB maupun berkeringat. Yap! Karena itu adalah tanda bahwa virus dan bakteri sudah keluar dari tubuh. Jadi, selagi pantau suhu tubuh anak, pantau juga ya proses pengeluaran feses, urin, maupun keringat pada anak!
7. Sabar dan Evaluasi Gejala Anak Saat Demam
Demam adalah mekanisme melawan penyakit, sehingga beri waktu bagi tubuh anak untuk pulih dan sembuh dengan sendirinya. Semua butuh waktu, maka Ibu dan Ayah harus sabar sambil melakukan 5 tips di atas. Percayakan pada tubuh anak bahwa ia bisa melewati demam dengan baik.
Selagi itu pula, evaluasi gejala penyakitnya, karena ada beberapa penyakit yang lebih parah dan butuh penanganan lebih lanjut dari dokter.
Tapiii, aku ingin membagi kisi-kisi tentang “sembuh” dari demam yang harus Ibu dan Ayah ketahui:
- Setiap penyakit karena virus tidak membutuhkan obat yang pasti, karena infeksi virus akan sembuh sendiri oleh imunitas tubuh
- Evaluasi demam 3×24 jam, biasanya demam maksimal banget turun setelah 3 hari tanpa suhu tubuh naik lagi, yang artinya sudah sembuh.
- Ciri sembuh setelah demam turun pada anak adalah timbul gejala-gejala “pengeluaran” virus dan bakteri yang mati, seperti: diare, muncul ruam merah di kulit, atau keringat yang keluar dari kulit
- Jika demam masih berlanjut setelah 3×24 jam, hubungi IGD ataupun poliklinik dokter anak, artinya butuh “tambahan obat” untuk menyembuhkan infeksi
- Kondisi anak aktif kembali, nafsu makan kembali meningkat
Sekian tips mengatasi demam tanpa obat. Gara-gara melakukan hal hal di atas, anak-anakku bisa bebas parasetamol hampir 2 tahun ini. Semoga bermanfaat 🙂